Sunday, June 14, 2015

Curriculum Vitae

Haris Fauzi
Engineering & Quality System
mail : harissolid@yahoo.com

Summary
16 years experience at manufacturing plant, process engineering, and quality system. 3  years in business development. 10 years experience at management level & organization development.
Strong managerial ability : leadership & optimize organization, strategically, systematical & analytical thinking. Expert in developing procedures, work systems, and process flow. Team work & problem solving orientation. Action with lean organization.

Specialties: Engineering, Manufacturing Project, & Quality System

Experience
Management Representative  at   PT. Mega Persada Indonesia
August 2013  - Present (1 year 11 months)
ISO 9001 & OHSAS18001

Professional Lecturer  at  Politeknik Manufaktur Astra
September 2011  -  Present (3 years 10 months)
Quality Management - Maintenance Engineering - Engineering Mechanic - Strength of Materials - Thermodynamics - Materials & Process Selection - Pump & Compressor - Machine Elements

Telecommunication Services Division, Commissioner Representative  at   PT. Mega Persada Indonesia
August 2012  - January 2015  (2 years 6 months)
Measuring division activities to reach company goal.

IT Business Development  at   PT. Mega Persada Indonesia
February 2011  -  August 2014  (3 years 7 months)
Increase company competitiveness through improvement of IT Division operating system and organisation structure. Transform IT division into profit center. Report to BoD.

Engineering & Quality Assurance Division Head  at   PT. Kanzen Motor Indonesia
January 2008  -  June 2013  (5 years 6 months)
Responsible for engineering and quality assurance implementation from procurement until customer satisfaction. Report to Executive Vice President. --- PT. Kanzen Motor Indonesia recess since 2011 & closed in June 2013.

ISO9000 QS Management Representative  at   PT. Kanzen Motor Indonesia
March 2006  -  February 2010  (4 years)
Implementation of ISO9000 Quality System

Engineering Senior Manager  at   PT. Kanzen Motor Indonesia
March 2005  -  January 2008  (2 years 11 months)
Development of efficient manufacturing system and quality system. Also held manufacturing project: New Model Manufacturing (parts-making, motorcycle assembling, and quality approval), Simplification & Efficient Operation & Lay-Out.

Manufacturing System Development Head  at   PT. Kanzen Motor Indonesia
March 2004  -  February 2005  (1 year)
Development and managing of manufacturing system implementation such as: Vendor Management System (Vendor Assessment, Vendor Evaluation, and Vendor Problem Solving), Implementation & Certification of ISO9001:2000 QS,  Management Review, and Continual Improvement.

Process Engineering Manager  at   PT. Kanzen Motor Indonesia
April 2001  - March 2004  (3 years)
Development of process flow, equipment requirement, and engineering support. Also held Frame Body Welding Line Project.

Quality System Engineer  at   PT. Astra Honda Motor
November 1997  -  March 2001  (3 years 5 months)
Development of Manufacturing Quality System including Vendors Quality System, Approval System, & ISO9000QS.

CAD/CAM Application Engineer  at   PT. Astra Honda Motor
September 1995  -  October 1997  (2 years 2 months)
Development of CAD/CAM system.

Honors and Awards
Loyal Employee Awards PT. Kanzen Motor Indonesia
August 2006
Awards for loyal employee, given by Commissioner, Rini M. Soemarno

Volunteer Experience
to campaign the indonesian product as favourite goods  at   Masyarakat Peduli Produksi Indonesia
2009  -  2012  (3 years)

Religious Activities  at   DKM Baiturrahman Ciparigi - Bogor
August 2013  -  Present (1 year 11 months)
As a member of the Council of Mosques Prosperity, contributing to the social and Islamic activities.

Courses
S1, Mechanical Engineering, Engineering Faculty, Brawijaya University
Basic Management for Student | by Senat Mahasiswa FTUB | Best Four for Management Skill
Student Journalism | by Himmah UII Jogjakarta | Runner Up & Favourite Magazine

Manufacturing System Development Head
PT. Kanzen Motor Indonesia
ISO9000 Development & Audit | by SSPM | Best Score for Quality System Auditor Examination

Telecommunication Services Division, Commissioner Representative, PT. Mega Persada Indonesia
As Speaker at "Mechanic Day" Seminar | by Politeknik Negeri Malang

Management Representative PT. Mega Persada Indonesia
Management Representative Skill | by TUV-SUD PSB Indonesia | Best Score for Quality System Examination

IT Business Development, PT. Mega Persada Indonesia
Enterpreneurship Seminar | by Dahlan Iskan (Menteri BUMN)

CAD/CAM Application Engineer, PT. Astra Honda Motor
Astra Basic Training Program | by Astra International | Certified
Unigraphics Support | by EDS Indonesia - Singapore | Certified
Fire Safety | by Federal Motor

Process Engineering Manager, PT. Kanzen Motor Indonesia
Team Building for Manager

Projects
Motorcycle Frame Body Welding Line Project @ Kanzen Motor Indonesia
October 2001 to June 2002
development of manufacturing system from components making (metal pressing component), welding, also quality system for motorcycle frame body.

Implementation and Certification of Quality Management System ; ISO 9001
March 2004 to February 2005
Quality system development for machining line. Administration and documentation of company policy, reporting, and implementation sheets related to ISO9000 series.

Solid Model Implementation @ Astra Honda Motor
November 1996 to July 1997
Substitution from wire & surface to solid modelling, automotive part making.

Taurus - First Indonesian Motorcycle
2005 to 2006
Semi trail motorcycle that designed and manufactured --pure-- by Indonesian engineers.

Expressa - Sepeda Motor Indonesia
1997 to 1999
Prestigious project  to prove that indonesian people could making a motorcycle with modern industrial methode.

IHQ Project - Bintaro, Mechanical & Electrical Works
September 2014 to February 2015
As a manager of acceleration program. Responsible for mapping the project, determining the progress point and customer satisfaction, preparing for resources and materials, monitoring quality and safety while the project running faster.

Education
Engineering Faculty, Brawijaya University
S1, Mechanical Engineering, 1990 - 1995
Activities and Societies:  SOLID engineering student magazine

SMAN 3 Bhawikarsu Malang
Phisical Science, 1987 - 1990
Activities and Societies:  Student Journalism

Interests
Social activity, reading and writing, music listening.

Organizations
Alumni Association of Brawijaya University 
Information Division
2011 to 2015

Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
Member
2011 to Present

Test Scores
Intelligence Quotient (IQ) Test
January 1990   Score:132
Hosted by Engineering Faculty - Brawijaya University.



Wednesday, February 25, 2015

R E M U K

Matahari masih garang tanpa ampun menghajar tanah bumi yang makin renta ini. Tanpa ampun. Buyung menyaruk - nyarukkan kakinya dalam melangkah. Entah kenapa, matahari tidak seteduh cerita - cerita orang tua. Cerita dari orang - orang yang sudah belasan tahun berada dalam cengkrama kawasan itu. Konon, menurut mereka, para pencerita malam, para pembual yang senantiasa taklid mencekik botol minuman keras murahan, para pengigau jalanan yang meramal akhirat, hingga para tukang parkir yang bermahkota uban, mereka selalu bercerita tentang kemakmuran jaman dulu. Dimana matahari tidak sedekat sekarang. Ketika itu matahari masih meneduhkan mata dengan ramah, tidak melotot seperti sekarang. Dimana pasar itu menjadi pertiwi mereka, yang memberi penghidupan yang cukup, tanpa harus beradu otot dan was-was setiap malam. Dimana semuanya kala itu rasanya serba mudah. Dan mereka tidaklah faham mengapa semuanya berubah. Mengapa semua mendadak menjadi sulit. Dan mengapa setiap hari mereka menjumpai kegerahan. Semakin menghimpit paru – paru, menyesakkan dada. Dan pada akhirnya, mereka menyalahkan sang matahari yang melotot itu. Yang membuat semuanya menjadi panas, membawa aura keributan, membawa bibit perselisihan yang tidak kuasa ditahan.

Sampah pasar yang bertebaran hingga aspal, berjumpalitan di terpa angin yang dihembuskan roda – roda mobil yang seenaknya menderu dengan pekik klakson yang menyakitkan. Sampah yang sesekali melekatkan noda di jemari kaki Buyung yang terus melangkah. Rasanya lengkap sudah. Sampah pasar yang menumpuk menebarkan bau kesumatnya, seakan memenuhi atmosfir hingga rongga paru. Semalam hujan melanda, dan bak sampah itu sudah tidak mampu menampung lagi. Sampah yang basah kuyup melelehkan limbah yang bukan main dahsyat baunya. Buyung telah terbiasa dengan itu semua.

Sesekali angkutan kota berwarna hijau itu menyalipnya, beberapa. Mengejek Buyung dengan asap yang mencekik. Seorang bocah dengan gitar bututnya bernyanyi seperti erangan rasa sakit yang pedih tak terkira. Jongkok dengan kaki dekilnya di ambang pintu angkutan kota itu, memakan debu yang beterbangan seperti iblis. Memang deretan kendaraan berwarna hijau itu seakan menjadi tuan tanah disini. Namanya juga terminal bayangan, yang berjajar sedikit tak jauh dari pasar yang bau itu. Arogan sekali, berhenti dengan semaunya, lantas membunyikan klakson dengan membabi-buta di antara teriakan calo yang memekakkan dan menaikkan amarah, seperti memukul – mukul gendang telinga. Buyung seakan terbiasa dengan hal ini. Ya, sudah hampir tiga tahun ini Buyung bercengkrama dengan kondisi seperti ini. Cekat asap knalpot yang memabukkan itu, deru mesin yang meresahkan, bunyi klakson yang meretakkan tengkorak, teriakan calo, ditingkahi pertikaian perebutan penumpang, seakan hal biasa yang setiap saat terjadi. Lazim seperti jarum yang berdetik pada sebuah arloji tua. Sebuah keniscayaan.

Ada beberapa orang yang tengah berbicara gumam di bawah rindang pohon yang meringis. Seorang sudah tertidur dengan posisi jorok. Bertelanjang dada, sehingga perut buncitnya terburai dan sesekali ditaburi lalat yang tidak sungkan mendarat. Di antara akar pohon yang mencuat beberapa botol yang sudah kosong bersembunyi tanpa dosa layaknya pramuria yang menawarkan dagangannya. Sementara di hamparan tanah nampak kartu domino yang sudah tercerai – berai tidak tentu jumlahnya. Menggigit tanah.

Dua orang sisanya, yang satu mengipas-kipaskan topi, yang satu lagi mengukir kayu pohon sekarat dengan pisau lipatnya. Konon, lelaki itu tidak bisa hidup tanpa pisau itu. Mereka berdua bergumam di antara dengkur temannya, entah membicarakan apa. Mungkin semalam, rindang pohon itu menjadi saksi di bawah rembulan dan kelamnya malam. Ada arena peraduan dan pertaruhan disitu. Pertaruhan akan duit yang diperoleh dengan memeras keringat seharian yang bisa hilang dalam sekejap pada malam kelam seperti itu. Pertaruhan akan harga diri ketika semua harta telah lenyap dan tinggal suara erangan marah diantara cemoohan para pemabuk. Pertaruhan akan masa depan yang semakin suram seiring berhamburnya kartu domino. Dan rembulan memejamkan mata ketika botol itu mulai terlontar dan terbanting di jalan, menjadi kepingan yang berkilatan laksana kristal.

Sebuah mobil hijau itu menepi mendadak lantas menghentikan rodanya menyisakan debu yang mengepul. Seringkali memang mereka berbuat seperti itu. Mungkin sudah menjadi tradisi. Membuat Buyung harus menepi ke arah sungai, yang demikian malasnya mengalirkan air yang busuk dan hitam itu, yang mengalirkan segala hal, mencerminkan buruknya perilaku. Namun Buyung tidak goyah. Masih berdiri tegak. Sekali lagi, Buyung terbiasa dengan hal ini. Matanya sedikit memicing menepis sengatan matahari dan lelehan peluh yang bergerombol di dahinya, seakan hendak menderai deras ke arah matanya yang tajam dan memerah itu. Nampak pengemudi mobil hijau itu menjulurkan lehernya yang berbalut handuk murahan, keluar melalui jendela, lantas berteriak lantang dengan tangannya yang menunjuk angkasa. Seakan memberi petuah kepada para setan dan jin yang berjongkok di panasnya aspal yang mulai membaurkan uap minyaknya membentuk fatamorgana.

Buyung menengok dan memandang dengan senyum kecut ke arah bangunan yang berdiri besar di sana, sebuah pusat pertokoan. Tinggi, besar, angkuh, dengan beberapa dindingnya yang retak. Di kaki bangunan, beberapa angkutan kota membentuk deretan hijau seakan menjadi penopang dasar bangunan tersebut. Tidak terlalu jauh jaraknya dari Buyung berjalan tersaruk sekarang, namun Buyung tak hendak kesana. Tidak mungkin dengan kantong rongsokan yang selalu berada di pundaknya itu.

Sekali pernah Buyung ke sana, numpang sholat di mushola-nya yang berada di parkiran. Parkiran yang senantiasa hangat karena ratusan mesin mobil yang tetirah disini, mobil yang berlagak kecapekan setelah mengantar tuan-nyonya-nya. Parkiran itu senantiasa penuh oleh mobil yang seakan tertidur mendengkur, dengan mata menutup sebelah, dan pandangan sinis. Mirip anjing.

Ya. Mushola pertokoan acapkali selalu ter-marjinal-kan, tersingkir oleh gemebyar budaya kapitalis yang menjijikkan dengan lipstik dan parfum yang menor. Mushola terpuruk diantara semburan freon pertokoan yang menghunjam jantung, diantara aroma toilet yang kurang bersahabat, dengan karpet alakadarnya yang apek dan lengket basah seperti keset. Dimana orang menghadap Pencipta, disitulah kau harus berdiri dan bersujud. Namun, ketika kau memiliki lembar uang yang bisa kau jadikan permainan, maka nyala terang neon dalam ruang yang sejuk akan menyapa dan menghantarkanmu meraih kenikmatan dunia itu. Tak peduli ada gelandangan gila yang sekarat bertarik - ulur nyawa di pinggir trotoar di depan sana.

Sesekali kantong plastik yang menggelayut di pundak Buyung melorot. Dan Buyung dengan sigapnya menyesuaikan posisinya. Sebelah lengannya kotor sekali, beradu gesek dengan kantong yang berisi rongsokan. Kebanyakan adalah plastik sampah, yang hendak dia jual kembali. Buyung melakukan itu untuk membeli nasi bungkus. Selepas subuh, Buyung harus beranjak dari kolong dimana dia meringkuk. Mencangklong kantong kusam yang mungkin cukup untuk memuat dirinya, serta tongkat berkait yang dia hafal benar lekuknya seperti hafalnya seorang ninja terhadap samurai pendek miliknya. Lantas beranjak menyapa jalanan. Biasanya seperti itu. Dia memiliki banyak teman yang mengerjakan hal serupa. Di antara pengemis, pengamen sumbang, dan pencopet kecil, Buyung memilih menjadi pemulung. Atau lebih tepatnya kali ini dia menjadi pemulung. Entah suatu saat, bila pemimpin gerombolan mereka melarangnya menjadi pemulung, mungkin saja Buyung akan beralih profesi, entah menjadi pengamen, atau pencopet sekalian. Pemimpin itu tidak pernah bisa ditebak. Dia memberi perintah berdasarkan seseorang yang biasa datang bercelana jeans dengan rambutnya tersisir rapi, serta suka membagikan rokok kepada teman yang dia sayangi. Kadang datang saat pagi, kadang sore, atau tidak datang berhari - hari. Tidak menentu. Namun, ketika dia datang, para pemabuk yang sok kuasa itu biasanya segera meninggalkan botol bir kesayangannya, dan lantas mencium tangannya. Para sopir yang sedang membanting kartu segera menyisakan tempat yang nyaman buat duduk sekedarnya. Buyung tidak terlalu faham dengan pembicaraan mereka. Buyung biasanya menyingkir.

Diantara komunitas yang mencekam itu, Buyung merupakan salah seorang bocah yang bergerombol dengan rekan seumurnya, sekelompok anak – anak periang, walau kadang mereka berkelahi layaknya macan. Buyung adalah anak manusia yang hidup dalam dunia yang disisihkan oleh peradaban, yang selalu tercekik menjadi korban, yang tak pernah diperhatikan oleh orang bermulut besar yang selalu berebut kekuasaan, ngobrol membual dalam televisi – televisi. Buyung adalah satu dari jutaan boneka cilik yang bisa diinjak kapan saja.

Di antara pramuria yang mulai bersolek, diantara sopir yang terlena di warung, di antara pencopet yang membongkar dompet perolehan mereka, seringkali anak – anak itu bertemu, bermain, dan mengobrol. Dan ketika senja menjelang, beberapa anak yang badung mulai mabuk dengan cara menghirup uap lem, beberapa mulai berkhayal sambil terlentang beralas koran, sebagian lagi mulai bertukar puntung rokok yang masih bisa mereka hisap. Anak – anak yang masih bersuara cempreng itu berpesta, pesta ala mereka. Mereka terbiasa menghabiskan apa yang mereka dapatkan hari itu, dan memulai hari besok dengan tanpa apa – apa. Hari esok biarlah kita mulai esok, demikian semboyan mereka.

         Hampir setiap sore anak – anak jalanan itu berkumpul di tepi aspal, dalam selubung asap terminal, dalam atmosfir bau pasar, dalam tatapan angkuh dinding pertokoan. Tiada hari senin selasa rabu, tidak ada kalender di otak mereka. Hari itu berjalan dengan semaunya sendiri. Hari yang terus berjalan dan memaksa untuk berpacu. Mengantar untuk sebuah pilihan diantara hidup dengan berjuta ancaman atau terbujur kaku tanpa nyawa. Setiap hari adalah begitu. Dan itulah lakon anak – anak tadi. Menjalani siang yang menyengat dan malam yang mencekam. Anak – anak itu tidak sekolah seperti semestinya, tidak bermain seriang layaknya. Tetapi setidaknya mereka bersyukur, bahwa detik ini mereka masih hidup dan tidak gila. Dalam kewarasan itu mereka sadar, masa depan mereka telah remuk. Di pinggir trotoar, pengamen gondrong itu masih asik memutar – mutar pangkal senar gitarnya, tanpa pernah sempat menyelesaikan lagunya. [] -- cerpen ini dimuat di jurnal budaya RUANG MELATI, edisi Februari 2009

Wednesday, October 13, 2010


Ahmad Haris Fauzi

Mobile : 0812 953 9204

Office : PT. Kanzen Motor Indonesia – Factory
Jln. Raya Karawang – Cikampek km.86 Pancawati – Klari – Karawang Timur. Phone : 0267-431694 # Fax : 0267-431693
Email :harissolid@yahoo.com ; harissoliddaralaman@gmail.com


QUALIFICATIONS :
15 years experience at manufacturing plant, process engineering, and quality system, 9 years experience at management level. Strong managerial ability : leadership & optimize organization, strategically, systematical & analytical thinking. Team work & problem solving orientation. Action with lean organization.

EXPERIENCE :
PT. Kanzen Motor Indonesia (Semesta Citra Motorindo).
Kanzen Motorcycle Principal & Manufacturing.

Quality Assurance Division Head ( January 2008 - present )
Responsible for quality assurance implementation from procurement until customer satisfaction to Executive Vice President. Also as ISO9000 Quality System Management Representative.

Engineering Dept. Head ( July 2001 – present ) Latest Position as Senior Manager
Development of efficient manufacturing system including process flow, equipment requirement, plant lay-out, maintenance – workshop machinery, and quality system. Also held manufacturing project such as : Frame Body Welding Line, New Model Manufacturing (Taurus Motorcycle - parts-making, motorcycle assembling, and quality approval), Simplification & Efficient Operation: Fishbone Assembling System, Engine Plant Re-layout, & Efficient Supply System.

Assembly Engineering Coordinator ( November 2008 – present )
PT. KMI in colaboration with Ministry of National Education
Installation of simple and efficient conveyor, and manage motorcycle assembling processes at SMK (Vocational School).

Company Trainer ( Juny 2004 – present )
As trainer for Kanzen employee, for ISO9000 approach, Quality System, Basic Mentality, Vendor Assessment, and Assembling Process Overview.

Manufacturing System Development Dept. Head (March 2004 – Pebruary 2005)
Development and managing of manufacturing system implementation such as : Vendor Management System (Vendor Assessment, Vendor Evaluation, and Vendor Problem Solving), Implementation & Certification of ISO9001:2000 QS, Management Review, and Continual Improvement

PT. Astra-Honda Motor (Federal Motor)
Manufacturer of Honda Motorcycle
ISO9000 Quality System – Engineer (Jan 2001 – March 2001)
Industrial System Development Dept – Quality Sistem Engineer (Sept 1999 – Dec 2000).
Quality Assurance Dept – Engineer (Nov 1997 – Aug 1999)
Process & Material Dept - CAD/CAM Application Engineer (Sept 1995 – Oct 1997)

ACHIEVEMENTS:
Frame Body Welding Project (Okt 2001 – Jun 2002)
Reduction of Assembly Un-match level from 50% points to 10% points
Taurus Fuel Tank Manufacturing Project ( Okt 2005 – Jun 2007 )
Increasing Production Capacity from 20 units / shift to 100 unit / shift.
Quality Assurance System ( Dec 2007 – Apr 2008 )
Reduction of Motorcycle Market Problem Ratio from 1,88 problem / unit to 1,26 problem / unit.

EDUCATION :
1990 – 1995 Mechanical Engineering, Brawijaya University, Malang
1987 – 1990 SMA Negeri 3 Bhawikarsu Malang
1984 – 1987 SMP Negeri 3 Malang
1978 – 1984 SD Putra Ratatama Malang

INTEREST :
Social activity, reading and writing, music listening.